• gambar 2
  • pakita
  • ss
  • ekarwa

Selamat Datang di Website MAN 1 Kendari @ MASA TAARUF SISWA MAN 1 KENDARI DILAKSANAKAN TANGGAL 13 - 18 JULI 2020

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 226555
Pengunjung : 80108
Hari ini : 90
Hits hari ini : 205
Member Online : 2
IP : 100.26.179.251
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Achmad Nurdaim (Alumni)
    2019-08-24 07:46:49

    galau men

Resume Hasil Penelitian Finalis Kopsi 2020




 

Implementasi Pemenuhan Hak dan Jaminan Perlindungan Keselamatan Kerja Buruh Anak di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari

 

 

Oleh

 

Wa Ode Munazar Kalo-kalo dan Nita Aprilia

 

Problematika buruh di Indonesia merupakan akumulasi dari masalah buruh yang terjadi pada skala daerah hingga skala nasional, kondisi ini tidak terkecuali juga terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari. Di Kota Kendari tepatnya di Pelabuhan Nusantara,banyak ditemukan anak yang bekerja sebagai buruh. Hal ini juga di iringi dengan kerentanan terjadinya kecelakaan kerja dan kurangnya perhatian terhadap perlindungan dan jaminan keselamatan kerja pada buruh anak tersebut. 

 

Fenomena buruh anak di pelabuhan Nusantara Kendari, melayani aktivitas jasa angkat barang bawaan penumpang kapal. Buruh anak bekerja sepanjang hari di Pelabuhan Nusantara Kendari mulai dari pagi,siang dan malam setiap harinya.Buruh anak sudah mengetahui jadwal berangkat dan tibanya kapal,tak jarang pula buruh anak harus pulang sangat larut malam dikarenakan kapal malam yang mereka tunggu telat tiba di pelabuhan.

 

 Buruh anak bekerja sangat keras setiap harinya dengan upah yang bisa dikatakan kecil.Buruh anak mengangkat barang bawaan penumpang yang bobotnya bisa dikatakan sangat tidak sesuai dengan ukuran badannya.Buruh anak menanggung beban tersebut guna mendapatkan rupiah demi rupiah walaupun bayaran yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

 

Keberadaan buruh anak tersebut nyaris luput dari pantauan orang tua dan pihak pengelola pelabuhan.Keberadaan mereka sebagai buruh tidak terdaftar secara resmi karena secara umum belum memenuhi kriteria sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku sehingga tidak ada jaminan hak perlindungan keselamatan kerja dari pihak manapun, sementara itu pada fenomena yang lain tidak jarang kasus kecelakaan menimpa buruh anak saat bekerja seperti terjatuh kelaut,terbentur dibadan kapal,terbentur ditirang,terjepit dibesi kapal sehingga terkadang buruh anak harus segera dibawa kerumah sakit karena cedera yang di alami buruh anak cukup parah.

 

Faktor utama yang membuat anak bertekad untuk menjadi buruh yakni dilatarbelakangi lemahnya ekonomi keluarga.Dari pekerjaannya sebagai buruh, perekonomian mereka menjadi sedikit terbantu,namun sayangnya pendidikan mereka juga menjadi terganggu seperti melalaikan kewajibannya sebagai seorang pelajar,mengabaikan tugas-tugas sekolah,kelelahan saat proses pembelajaran berlangsung, tidak hadir disekolah, bahkan sampai putus sekolah.

 

Source: https://youtu.be/SB6WWgW5I7g

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas