Ada cahaya yang tak pernah padam di setiap ruang kelas. Di balik cahaya itu, selalu ada sosok guru yang mengabdikan hidupnya dengan tulus. Dari tangan merekalah lahir generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga beradab.
Salah satu sosok itu adalah Su’mawati Achmad, S.Ag., seorang perempuan yang lahir di Desa Teomokole, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana pada 2 Oktober 1973, tepat 51 tahun silam. Sejak kecil, ia telah menanamkan satu cita-cita dalam hatinya menjadi guru. Cita-cita itu bukan sekadar impian, tetapi jalan hidup yang kelak membawanya pulang ke rumah keduanya, yakni di MAN 1 Kendari.
Tahun 2009, Su’mawati Achmad, S. Ag. yang biasa disapa Bu Su’ma kembali menginjakkan kaki di madrasah yang dulu ia kenal dengan nama PGAN Kendari. Bedanya, kali ini ia bukan siswa lagi, melainkan guru. “Mengajar di sini adalah kebanggaan yang tak ternilai. Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” ujarnya penuh syukur.
Tak hanya di ruang kelas, Beliau juga mengukir jejak berharga di luar pelajaran formal. Bersama Ibu Aminah, Ibu Hj. Sumiarti, Ibu Hj. Samsiyar, Almarhumah Ibu Hj. Rosmina Adi Andi dan Ibu Hj. Nurlyn, ia merintis sebuah gerakan yang sederhana, tetapi visioner, yakni mendirikan Majelis Taklim Al-Jamilah, sebuah wadah yang lahir dari kegelisahan: apa yang harus dilakukan siswa saat menunggu teman-temannya selesai salat Jumat? Dari pertanyaan sederhana itu, terciptalah majelis ilmu yang kemudian menjadi cahaya baru di MAN 1 Kendari. Sejak tahun 2009, Majelis Taklim Al-Jamilah resmi berdiri, menjadi ruang bagi siswa untuk memperdalam agama, membangun karakter, dan menumbuhkan keindahan akhlak.
Bu Su’ma percaya bahwa pendidikan sejati tidak hanya mengasah kecerdasan, tetapi juga membentuk hati. Karena itu, ia mendampingi siswa dengan penuh ketulusan. Meski awalnya ada tantangan membiasakan mereka berkumpul di aula, lambat laun majelis ini tumbuh kokoh dengan dukungan penuh dari madrasah. Motto yang diusung “Berani karena benar, bermoral, dan beribawa” menjadi fondasi utama. “Tujuan kami sederhana, agar siswa MAN 1 Kendari mendapatkan ilmu agama lebih banyak, dan menjadikannya bekal hidup mereka,” ucapnya.
Perubahan itu benar-benar nyata. Dari jilbab tipis menjadi busana syar’i, dari kebiasaan malas salat menjadi kesadaran beribadah dengan ikhlas, dari keraguan menjadi keyakinan. MT Al-Jamilah bukan hanya sebuah kegiatan, melainkan cahaya yang menuntun generasi.
Buahnya manis. Para alumni yang pernah menjadi pengurus majelis kini banyak yang sukses, ada yang menjadi dokter, hafidz 30 juz, hingga pengacara. Setiap kali mendengar kabar itu, Bu Su’ma merasa kebahagiaannya lengkap. “Inilah hadiah terbesar seorang guru melihat muridnya berhasil, baik dalam akademik maupun kehidupan,” tuturnya haru.
Semangatnya tidak pernah surut, karena ia meyakini bahwa semua yang dilakukan di majelis ini adalah amal jariyah, bekal abadi yang pahalanya akan terus mengalir. “Selama Al-Jamilah hidup, semangat saya akan terus menyala,” katanya penuh keyakinan.
Sebagai alumni dan saksi sejarah, ia melihat perkembangan MAN 1 Kendari dengan bangga. Dari masa sekolah yang masih dikelilingi rawa-rawa hingga kini menjadi madrasah yang maju. Ia menyimpan doa, semoga fasilitas terus ditingkatkan, dan semoga prestasi siswa selalu sejalan dengan adab mulia, agar terhindar dari sikap menyia-nyiakan nikmat Allah.
Untuk Majelis Taklim Al-Jamilah, pesannya sederhana, tetapi mendalam, “Tetaplah istiqamah. Jangan berhenti menjadi cahaya. Jika perjalanan di MAN 1 Kendari telah selesai, maka teruslah belajar, teruslah bersekolah. Biarlah Al-Jamilah menjadi jejak kebaikan yang abadi.”
Bu Su’ma bukan sekadar guru. Ia adalah bukti nyata bagaimana seorang pendidik bisa menjadi inspirasi, sahabat, sekaligus cahaya bagi generasi. Melalui tangan-tangan tulusnya, MAN 1 Kendari terus melangkah, tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga pribadi yang beradab dan beriman.
Penulis Naskah, Kelas XII-4:
(1) Rasya Azka Athifah
(2) Nur Halizah
(3) Nazreen Aisyah Attamimi
(4) Mumtaz Najam Maret Mahri
(5) Khaira Kasih
(6) Asfiyah Nur Azizah
(7) Suchy Syahruni Ningsih
(8) Ulil Al Mubaroh
Penyunting Naskah: Rahmat Said
Sumber Gambar: Rasya Azka Athifah dkk., Kelas XII-4
Penyunting Gambar: Sayyid Alwan