Dra. Hj. Sukmawati, M.Hum., yang dikenal dengan sapaan Mem Sukma adalah salah satu sosok pendidik inspiratif di MAN 1 Kendari. Beliau salah seorang pengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Usianya kini sudah tidak muda lagi, tetapi tak meredupkan semangat mengajarnya yang berbalut ketulusan dan pengabdian penuh kepada siswa MAN 1 Kendari.
Sejak kecil, cita-cita Mem Sukma adalah menjadi seorang guru. Karena itu, selama mengajar Beliau tidak pernah merasa ada tantangan yang berat. Dorongan orang tua untuk menempuh pendidikan tinggi membawanya hingga ke madrasah aliyah, tempat yang menurutnya lebih baik karena anak-anak mudah dibimbing.
Beliau merupakan seorang perantau dari bumi Anging Mammiri, tepatnya di Soppeng. Pada tahun 1993, Beliau memulai kiprah pendidikan menjadi guru di MAN 1 Kendari. Kala itu, guru mata pelajaran umum sangat dibutuhkan di sekolah agama. Dengan tekad dan semangat, Beliau merantau ke Sulawesi Tenggara dan mendaftar di MAN 1 Kendari berbekal informasi yang diperoleh dari keluarganya di Kendari. Sejak itu, perjalanan Beliau sebagai pendidik pun dimulai dan terus berlanjut hingga kini.
Selama menjadi pendidik di MAN 1 Kendari, Mem Sukma meraih beberapa pencapaian besar. Tercatat, Beliau tiga kali berkesempatan mengajar bersama guru dari organisasi AMINEF, Miss Catterine (2013), Miss Macense (2016), dan Miss Megan (2017). Ketiganya berasal dari Amerika. Beliau juga berkesempatan mengunjungi kedutaan besar AS di Jakarta, serta mengikuti pelatihan guru inti di Malang pada tahun 1997. Di MAN 1 Kendari Beliau di percaya menjadi pembina ketakwaan, sebuah pengabdian yang penuh arti.
Selama menjadi bagian dari MAN 1 Kendari, Beliau merasakan lebih banyak suka daripada duka. Kebahagiaan hadir saat melihat respon hangat siswa, terutama ketika mereka antusias menghafal Surah Al-Kahfi, serta semangat mengikuti setiap program sekolah, apalagi saat melihat siswa-siswanya sukses. Menyaksikan MAN 1 Kendari tumbuh dari sekolah biasa menjadi sekolah unggulan adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup Beliau. Dukanya hanya sedikit, seperti menempuh sekolah dengan menggunakan sepeda motor demi mengajar di tengah hujan deras dengan jarak rumah yang jauh, tetapi semua itu teratasi seiring waktu dan rezeki yang Allah berikan.
Takdir terindah yang tak pernah Beliau lupakan adalah pertemuan jodoh dengan suaminya. Meski pernah satu SMA di Soppeng tanpa saling mengenal, Allah mempertemukan mereka kembali di MAN 1 Kendari, tempat keduanya sama-sama mengabdi sebagai guru dengan mata pelajaran yang berbeda.
Pengabdian Mem Sukma di MAN 1 Kendari merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan panjangnya, Beliau telah melewati era kapur, spidol, hingga digital. Motivasi terbesar Beliau selama menjadi guru di MAN 1 Kendari adalah keyakinan pada prinsip agama. Agama mengatakan bahwa apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh. Seseorang yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain, maka amalnya tidak akan terputus hingga hari kemudian. Meskipun banyak rekan telah beralih profesi, Beliau tetap setia di MAN 1 Kendari, menjadikan ilmu sebagai bekal menuju akhirat. Dunia hanyalah ladang amal, sedangkan akhirat adalah tempat menuai hasilnya. Motivasi inilah yang menuntun Mem Sukma tetap setia mengabdi di dunia pendidikan hingga kini.
Menjelang masa pensiunnya, harapan Mem Sukma untuk MAN 1 Kendari kedepannya adalah agar komitmen mencerdaskan siswa sekaligus membina akhlak tetap terjaga. Beliau berharap sarana dan prasarana madrasah semakin ditingkatkan, serta nilai-nilai yang telah ditanamkan selama tiga dekade seperti dzikir pagi dan pembacaan Surah Al-Kahfi terus dipelihara. Yang terpenting, semoga para siswa senantiasa menghormati guru, karena guru adalah orang tua kedua.
Penulis Naskah, Siswa Kelas XII-4:
(1) Andi Maudya Renata
(2) Aquinna Azkatunnisa
(3) Khairah Kasih Aisyah
(4) Firda Firjatullah
(5) Nur Aisyah
(6) Rifathul Khairiyah Dahlan
(7) Ririn Adiariza
(8) Widia Alissa Ramadhani
Penyunting Naskah: Rahmat Said
Sumber Gambar: Andi Maudya Renata dkk., Siswa Kelas XII-4
Penyunting Gambar: Sayyid Alwan